KONTINGAN KEMENAG KOTA YOGYAKARTA MENGIKUTI PAWAI TA’ARUF MTQ TINGKAT PROPINSI DIY 2018 DI BANTUL

Rangkaian acara MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an) Tingkat Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2018 diselenggarakan di Kabupaten Bantul, selama 3 hari 17-19 April 2018, salah satu agenda kegiatan yakni Pawai Ta’aruf yang diikuti seluruh Kafilah termasuk kontingan Kemenag Kota Yogyakata yang mengirimkan Kafilahnya sebanyak 50 orang yang mengikuti 20 cabang lomba.

        Pawai Ta’aruf mengambil Star awal di Lapangan Trirenggo Rumah Dinas Bupati Bantul, diakhiri Finish di Masjid Agung Bantul.        Dengan menggunakan arak-arakan Kereta Andong semua kontingan berhenti  tepat di depan panggung kehormatan yang bertempat didepan Pasar Bantul, diwakili 5 orang Kafilah dari masing-masing kontingan mendapatkan Pengalungan Sajadah dari Bupati Bantul Drs. H. Suharsono.  Kontingan Kafilah Kemenag Kota Yogyakarta diurutan barisan pertama dari 5 kontingan yang mengikuti Pawai Ta’aruf setelah Maching Band MTsN 1 Bantul.

Untuk menerima Pengalungan Sajadah di wakili oleh Danial Rayyad, M. Rajiep Arza, Syakiral Nur Hidayah, Saesari Solehah Nur Widyani dan Razito Madaniya Rahima. Pawai Ta’aruf dimeriahkan juga dengan menghadirkan 2 Maching Band dari MTsN Bantul diawal barisan dan di barisan terakhir ditutup dengan Maching Band dari SMPN 1 Pandak, Bantul.(hms.Nrl)


34 ORANG PENGURUS FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KOTA YOGYAKARTA DI LANTIK

 

        Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Drs. H. Sigit Warsita, MA berkenan melantik dan mengukuhkan Pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Tingkat Kota Yogyakarta untuk Periode 2018 s. d. 2021 M pada Kamis (05/04/18), bertempat di Aula Kemenag Kota Yogyakarta. Acara dihadiri pula oleh Kepala Seksi PD Pontren Drs.H. Bambang Inanta  dan Ka Subbag Kesra Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta Hendy Setiyawan, SIP serta 34 orang jajaran pengurus FKPP Kota Yogyakarta yang akan dikukuhkan.

        Menurut Kepala Seksi PD Pontren Kankemenag Kota Yogyakarta, Drs. H. Bambang Inanta, Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus FKPP berdasarkan SK Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta  No. 112 Tahun 2018, dengan komposisi pengurus inti sebagai berikut : Ketua FKPP adalah Hj. Siti Fatimah Asmuni (Pembina Ponpes Al Islam), Wakil Ketua H. Ahmad Yubaidi, SH, S.Pd, MH (PP Ulul Albab), Sekretaris Abdul Kahfi Amrullah, S.Pd.I ( PP Al Hakim), Wakil Sekretaris Shofi Lestari ( PP Al Barokah), Bendahara Ani Muflikhah ( PP Al Islam), Wakil Bendahara Muh. Aly Said (PP As Sakinah) selebihnya Devisi Devisi.

         Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Drs. H. Sigit Warsita, MA dalam sambutannya mengungkapkan , bahwa keberadaan FKPP sebagai mitra Kantor Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah dalam rangka membangun masyarakat Kota Yogyakarta, sudah semestinya FKPP perlu diberdayakan keberadaannya agar tumbuh menjadi organisasi professional dengan fungsi-fungsi management yang terlaksana secara baik, sehingga memiliki daya dukung terhadap upaya mengoptimalkan pembinaan mutu pendidikan keagamaan di Kota Yogyakarta.

        FKPP yang terdiri dari 33 Pondok Pesantren ini harapannya dapat berkomunikasi antara Pondok Pesantren semakin intens sehingga perbedaan antara pondok dengan yang lain akan terkesampingkan kalau ada komunikasi dengan baik antar ponpes.. Dengan adanya FKPP ini juga akan terjadi komunikasi dengan baik, bersinergi dengan Ponpes yang satu dengan Ponpes yang lainnya, sehingga ponpes sebagai wadah pendidikan agama Islam punya peran yang lebih dan bisa bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.

          Setelah acara pelantikan dan pengukuhan pengurus selesai dilanjutkan dengan Rapat Kerja FKPP yang membahas diantaranya Program Kerja. (Prahum/Nrl)                        

 

HANYA BUTUH SATU “KLIK” DALAM HITUNGAN MENIT UNTUK BERANGKAT KE TANAH SUCI

        Kementerian Agama Kota Yogyakarta bertekad untuk merubah mindset masyarakat sekaligus cultureset ASN Kemenag Kota Yogyakarta khususnya yang terkait dengan pelayanan haji, maka diawal bulan Mei 2018 pelayanan pendaftaran haji di Kankemenag Kota Yogyakarta agar menjadi lebih nyaman, lebih mudah, dan cepat, tidak lagi dalam hitungan hari ataupun jam melainkan dalam hitungan menit. Pelayanan ini diluncurkan untuk menjawab ekspektasi warga Kota Yogyakarta yang kebanyakan dari kalangan terdidik dan memiliki aktifitas dan mobilitas yang tinggi, tentu membutuhkan pelayanan yang cepat, tepat dan efisiensi waktu. Pada sisi lain adanya kenyataan tingginya harapan hidup warga Kota Yogyakarta, tentu ini mengharuskan adanya treadment khusus dalam melayani kebutuhan mereka yakni dengan model One Day and One Stop Service.

         Pada saat yang sama pelayanan masyarakat di bidang pendaftaran haji memiliki rating yang paling tinggi diantara pelayanan-pelayanan yang ada di lingkungan unit kerja Kankemenag Kota Yogyakarta. Namun di internal Kankemenag setidaknya ada 2 (dua) kendaladalam kenyamanan pelayanan dimaksud, pertama ; posisi ruang PHU yang berada menjorok kedalam walau masihdalam area lantai I, dan ini terasa menyulitkan sehingga calon jamaah harus selalu bertanya kepada petugas jaga dana tau kepada karyawa/wati yang dijumpa[, walau di depan ruang PHU telah di beri tanda. Kedua  ; tidak ada ruang tunggu yang refresentatif dalam arti tempat tersendiri yang nyaman, rap[ dan dekat dengan ruang SISKOHAT. Selama ini mereka menunggu di kursi tunggu lobby kantor atau duduk di teras di depan ruang PHU.

Diluar kendala-kendala diatas, secara umum masyarakat yang hendak menunaikan ibadah haji masih akan melalui dua fase kegiatan yang lumayan panjang karena kemungkinan tidak dapat di laksanakan dalam satu waktu, yaitu ;

  1. Datang ke Bank Penerima Setoran BPS- BPIH untuk membuka rekening dan sekaligus mendapatkan nomor verifikasi.
  2. Datang ke Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta untuk mendaftarkan sebagai calon jama’ah haji dengan membawa noor verifikasi dari BPS BPIH tersebut diatas. Di desain khus

        Memperhatikan hal-hal tersebut diatas, maka pelayanan pendaftaran haji akan di gabungkan menjadi bagian dari pelayanan di PTSP di ruangan yang di desain khusus untuk itu. Kecepatan pelayanan pendaftaran haji di PTSP terletak pada kategori pelayanan model One Stop Service.

        Di PTSP ada 5 counter antara lain, counter 1-3 untuk pelayanan PTSP, counter 4 untuk perwakilan dari petugas BPS-BPIH dan counter 5 dari JFU penerima pendaftaran haji. Apabila calon jemaah haji datang dan sudah membuka tabungan di BPS sudah dapat surat verifikasi dari bank, maka pelayanan pendaftaran haji langsung ditangani oeh JFU dari PHU.

        Namun jika jamaah haji belum membuka rekening tabungan di BPS, maka yang bersangkutan masuk di counter 4 untuk proses buka tabungan. Karena keterbatasan lahan sehingga pihak BPS tidak mungkin menyiapkan armada mobile bankng di sekitar Kankemenag Kota Yogyakarta Sehingga semua proses dilakukan melalui jaringan internet dari aplikasi BPS bersangkutan.

        Calon jamaah haji pertama-tama membayar dan membuka tabungan melalui petugas dari BPS di counter 4, untuk proses input data calon jamaah haji dilakukan di PTSP. Kemudian data dikirim ke induk BPS sampai calon jamaah mendapatkan verifikasi ari BPS.  Hasil verifikasi kemudian dikirim melalui handphone androit ke petugas BPS di PTSP. Setelah hasil verifikasi diterima maka clon jamaah haji kemudian melalukan proses rekam data di SISKOHAT , jika proses rekam data selesai maka proses penfataran haji sudah selesai.

        Dengan demikian seseorang yang hendak mendaftar sebagai calon jamaah haji hanya cukup 1 (satu) kali di PTSP, dengan dukungan teknologi informasi (IT), maka proses sebagaimana diatas tentu tidak akan memakan waktu yang panjang, bahkan bisa diselesesaikan dalam hitungan menit. Sehingga calon jamaah haji akan mendapatkan kepuasan karena mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat di tempat yng refresentatif, juga benefid lain yang diperoleh semisal hemat waktu serta hemat biaya.

        Untuk cetak buku tabungan dapat diambil pada keempatan lain olh calon jamaah di BPS bukan di PTSP atau mungkin bahkan diantarkan oleh BPS ke alamat calon jamaah sebagai bagian dari pelayanan kepada nasabah oleh BPS dimaksud.(hms.Nrl) 

 

REKRUTMEN CALON PETUGAS HAJI PUSAT TAHAP I DI KOTA YOGYAKARTA

         Bertempat di ruang Meetingroom Hotel Grand Rosella Yogyakarta- Kamis, (29/3/18) Kankemenag Kota Yogyakarta menyelenggarakan Seleksi Tahap I Calon Petugas Haji Tahun 1439H/2018 M, sebanyak 17 orang peserta yang telah lolos Seleksi Administrasi dan Kompetensi. Ke 17 peserta yang mengikuti tes seleksi tahap I tersebut terdiri dari TPHI - 11 orang, TPIHI - 4 orang dan PPIH Arab Saudi - 2 orang.

        ”Bahwa seleksi petugas haji sebagai pelaksana UU tentang penyelenggaraan haji, dalam rangka mempersiapkan pelayanan yang lebih baik di tahun ini, berdasarkan SK Dirjen PHU Kemenag RI No. 78/2018 tentang Pedoman Rekrutmen Petugas Haji. Maka dilaksanakanlah rekrutmen ini dan  betul-betul dilaksankn secara terbuka, jujur dan transparan bagi peserta yang meliputi ujian administrasi dan tertulis. Dari 17 peserta tersebut yang akan lolos ke tahap 2 sebanyak 4 orang petugas, terdiri 2 orang calon petugas untuk TPIHI dan 2 orang calon petugas TPHI. Hasil ujian di tahap 1 diusulkan oleh Kankemenag Kota Yogyakarta untuk mengikuti ujian tahap 2 di Tingkat Kanwil Kemenag DIY.  Selanjutnnya di tahap 2 nantinya dari Kota Yogyakarta akan mendapatkan 2 kuota teridiri 1 orang sebagai TPHI dan 1 orang sebagai TPIHI. Adapun untuk seleksi calon PPIH Arab Saudi menjadi kewenangan Kanwil Kemenag DIY". Demikian diantaranya sambutan yang disampaikan oleh Ka Kankemenag Kota Yogyakarta Drs. H. Sigit Warsita, MA didampingi Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kankemenag Kota Yogyakarta Ahmad Mustafid, S.Ag.,M.Hum, Tim Monitoring dan Evaluasi dari Bid. Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag DIY Titik Nur Farikhah, SE diacara rekrutmen petugas haji 2018.

             Pada hari itu juga setelah semua peserta menyelesaikan ujian tertulis, maka dilakukan Pemusnahan Naskah Soal dan Lembar Jawaban  Ujian, dengan cara pembakaran yang dilakukan oleh Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Ahmad Mustafit, S.Ag.,M.Hum disaksikan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil DIY Titik Nur Farikhah, SE dan Putri Kumala Tsani, S.H.I serta seluruh peserta ujian juga Panitia Penyelenggara (hms.Nrl)

 

PEMBUKAAN RAKER KEMENAG KOTA YOGYAKARTA 21 Maret 2018, di Hotel Griya Persada, Kaliurang, Sleman

Rapat kerja Kementerian Agama Kota Yogyakarta pada Tahun 2018 diselenggarakan selama 2 hari (Rabu-Kamis, 21-22 Maret 2018), bertempat di Hotel Griya Persada, Kaliurang, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada rapat kerja tahun ini Kemenag Kota Yogyakarta menghadirkan tema Memperteguh Terwujudnya E-Goverment melalui Inovasi dan Digitalisasi Pelayanan”, dimana rapat kerja kali ini dikemas dengan konsep tematik, yang diikuti sebanyak 56 orang ASN Ka Kemenag Kota Yogyakarta, terdiri dari unsur Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, Kepala KUA se-Kota Yogyakarta, Kepala Madrasah Negeri, Pokjaluh, Pengawas, Bendahara Pengeluaran, PPK, ULP, Perencana, PPHP, BMN, Kepegawaian, PPABP.

Sebelum acara pembukaan raker terlebih dahulu semua peserta mengikuti acara “Capasity Building” yang diselenggarakan dengan ngobrol santai mengambil judul “Tentang Pelayanan Publik Zaman Now” oleh Motivator dari Amikom Yogyakrta Drs. H. D. Iriyanto, MM,CPC.

Pada acara pembukaan rapat kerja Kemenag Kota Yogyakarta, Rabu, (21/3/18), di buka oleh Kepala Kantor Wilayah  Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Drs. H. Lutfi Hamid, M.Ag dalam  sambutannya mengatakan bahwa “ Bekerja memberikan pelayanan kepada publik jangan  hanya berbasis hirarkhi, karena hirarkhi itu dapat membelenggu kreatifitas dan inovasi, melainkan bekerja harus berbasis relasi, bekerja dengan mengedepankan empati. Hirarkhi itu memang penting, tetapi yang penting tidak semata-mata hirarkhinya, melainkan pada persoalan kemanusiaan.  Di sinilah relasi menjadi penting, kita bangun kebersamaan dengan mind set keterbukaan.  Kita bisa bangun relasi dan kebersamaan dalam melaksanakan program-program strategis, kita bisa bekerja dengan siapapun, karena pada  dasarnya kita tidak bisa berbuat banyak ketika hanya terbelenggu oleh tugas pokok dan fungsi.

Ka Kemenag Kota Yogyakarta, Drs. H. Sigit Warsita, MA mengharapkan semua peserta raker dapat aktif memberikan sumbangan untuk meningkatkan pelayanan dan mengembangkan program-program  unggulan  layanan terhadap masyarakat.  Sekarang ini, semua jajaran di Kementerian Agama dituntut untuk memenuhi harapan masyarakat  dan harapan atasan atau institusi kita. Karena itu, Kepala Kemenag Kota Yogyakarta mengajak semua pejabat struktural maupun fungsional, khususnya semua peserta raker untuk bersama-sama berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. (hms.Nrl)

 

 

SILATURAHIM DAN STUDI BANDING KELOMPOK KERJA PENYULUH AGAMA KOTA PALU-SULAWESI TENGAH DI-KEMENAG KOTA YOGYAKARTA

Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta penyuluh fungsional agama Islam Kemenag Kota Yogyakarta  menerima kunjungan study banding dari  Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh)  Kota Palu Sulawesi Tengah Selasa, 13 Februari 2018.

          Rombongan study banding yang dipimpin Hader Siraju (Kapokjaluh) berjumlah 15 orang ini bertujuan  untuk menambah wawasan kepada penyuluh Agama Islam di Kota Palu agar lebih termotivasi dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan mencari sesuatu yang sangat penting terutama penyuluhan di Kota Yogyakarta diantaranya manajemen penyuluh, program kerja, pengembangan profesi dan sistem pelaporan.  Sehingga kembali ke Kota Palu Sulawesi Tengah membawa ilmu dari Kota Yogyakarta, Jelasnya.

         Ucapan selamat datang oleh Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta “Abd. Su’ud”  yang didampingi Kasi Bimas Islam “Masykur Ashari” memperkenalkan profil Kota Yogyakarta  sebagai Kota wisata, Kota  yang menjadi pusat pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono  tersebut, dinilai sangat kompleks dalam keberagamaan serta tingkat pendidikan masyarakatnya.

      Acara dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab sebagai moderator langsung dari  ketua pokjaluh Kemenag Kota Yogyakarta “Mahlani”.  Disamping itu pokjaluh Kota Palu akan mengunjungi Pokjaluh Kanwil DIY serta kegiatan bersama Ta’mir-ta’mir Masjid Jogokariyan yang sudah maju dalam menyiarkan metode dakwah Agama Islam (Prahum).

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomVision.Com
  • Galeri Video

  • Galeri Foto

  • Berita

  • Layanan Masyarakat

Login Form

Tautan Penting

Social Media

Lokasi

Visitor Counter

000036568
Hari ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Kunjungan
77
69
797
33592
5369
8087
36568

IP Anda: 54.80.185.137
20-04-2018 @ 05:19:32

Visitor Online

Ada 36 tamu dan 0 member online

Waktu Shalat


jadwal-sholat